Mengenal Jenis Vaksin untuk Ayam Kampung

Bukan hanya anak balita atau orang sakit saja yang membutuhkan vaksin; ayam kampung yang diternakkan pun membutuhkan vaksin untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta mencegah berbagai penyakit yang biasa menyerang ternak unggas. Akan tetapi, masih banyak peternak ayam kampung yang sering salah kaprah dalam hal pemberian vaksin untuk unggasnya; asal ayam sudah diberi vaksin, masalah sudah terpecahkan. Padahal, dalam dunia ternak unggas, ada berbagai macam jenis vaksin yang juga memiliki cara kerja tersendiri sehingga pemberiannya harus disesuaikan dengan usia ayam. Dosis dan cara pemberian vaksin ayam kampung pun ada bermacam-macam sehingga tidak boleh dikelirukan. Jika pemberiannya kurang efektif, percuma saja mengeluarkan uang untuk membeli vaksin karena toh ayam anda akan sering sakit juga.

Jenis-jenis Vaksin Ayam Kampung

Pada dasarnya, vaksin untuk ayam kampung dibagi menjadi tiga macam yaitu vaksin bakterial, viral dan protozoa, dimana vaksin bakterial dan protozoa biasanya diberikan jika ayam terjangkit penyakit yang susah sembuh dan sering kambuh. Jenis-jenis produk vaksin untuk ayam kampung pun berbeda-beda tergantung sasaran usia ayam, cara pemberian dan dosisnya. Misalnya, vaksin IB (H120) merupakan vaksin tetes mata khusus untuk anak ayam usia 2 hari; ND Kill untuk anak ayam berusia 5 hari yang diberikan dengan cara injeksi subkutan (lapisan lemak di bawah kulit dan di atas otot) dan IBD Live yang merupakan vaksin untuk ayam yang sudah berusia 16 hari dengan pemberian lewat air minum. Ada pula vaksin ayam kampung khusus untuk ayam yang sudah berusia 7 minggu ke atas. Misalnya, ada ILT dan Coryza yang diperuntukkan untuk ayam kampung berusia 7 minggu dengan pemberian lewat tetes hidung dan injeksi lewat paha; AE untuk ayam berusia 10 minggu dengan pemberian lewat air minum, hingga ND Kill untuk ayam berusia 58 minggu dengan metode berupa suntikan lewat dada.

Metode Pemberian Vaksin yang Benar

Membeli vaksin untuk ayam kampung saja tidak cukup untuk menjamin kesehatan ternak ayam anda. Agar vaksin yang anda beli bisa bekerja lebih efektif, anda harus memerhatikan beberapa prinsip dalam hal pemberian vaksin tersebut. Pertama, jenis vaksin harus disesuaikan dengan usia ayam serta cara pemberiannya, jangan hanya sekedar disemprotkan karena tidak semua jenis vaksin bekerja efektif pada tubuh ayam jika diberikan dengan cara disemprot. Vaksin juga sebaiknya diberikan 2 jam setelah diencerkan dengan air atau air kelapa muda, jadi jangan terlalu cepat atau terlalu lama (banyak peternak senang menggunakan air kelapa muda karena bisa bertahan lebih lama). Kemasan vaksin untuk ayam kampung yang dibeli juga jangan sampai rusak sebelum vaksin diberikan, atau khasiatnya akan berkurang.

Tips Memulai Usaha Ternak Ayam Kampung asli

Ayam kampung dulu mungkin tidak identik dengan sumber daging yang berkelas, namun tren konsumsi daging unggas jaman sekarang kini sudah bergeser ke jenis ayam yang dalam bahasa Inggris disebut free range ini. Di Indonesia, banyak sekali konsumen daging yang memiliki kegemaran tinggi yang nyaris berupa fanatisme terhadap daging ayam kampung karena rasanya yang lebih gurih, tekstur dagingnya yang kenyal dan lebih mantap serta lemaknya yang relatif sedikit dibandingkan ayam ras. Jika anda sedang mempertimbangkan untuk memulai usaha ternak unggas, usaha ayam kampung bisa dijadikan alternatif pilihan yang potensial untuk dilakukan. Anda bingung bagaimana memulainya? Berikut beberapa panduan umum dalam memulai bisnis ternak ayam kampung anda sendiri.

Kandang dan Bibit Ayam kampung

Jika anda ingin memulai sebuah peternakan kecil yang serius, anda bisa mulai dengan 150 ekor bibit anak ayam, terdiri dari 5 jantan dan sisanya betina. Untuk kandangnya, anda bisa membuat kandang dengan panjang 8 meter, lebar 2,5 hingga 3 meter dan tinggi 3 meter. Ayam kampung dalam jumlah dan kandang ukuran sedemikian biasanya memiliki persentase kematian 3%, daya tetas 90% dan fertilitas 96% dari jumlah totalnya dalam kandang, jadi pertimbangkan hal ini sebelum membeli bibit. Untuk penghangat, sediakan beberapa bola lampu 60 watt yang ditaruh secara merata agar anak ayam tidak saling menumpuk di satu tempat. Jangan lupa untuk rutin membersihkan kandang tiap hari, pagi dan sore.

Pakan ayam kampung

Pilih makan yang memiliki kualitas yang baik, memiliki kadar protein yang cukup untuk memaksimalkan pertumbuhan ayam kampung pedaging anda. Protein antara 18-21 % adalah kadar protein yang diperlukan untuk kebutuhan nutrisi pada ayam kampung. Jika anda mau membuat sendiri pakan ayam kampung, ada baiknya anda memiliki tabel kebutuhan dan kadar protein pada pakan yang anda buat.

Vaksin ayam kampung

Sediakan dua macam vaksin untuk ayam kampung yaitu vaksin ND dan Gumboro B. Vaksin ND dimasukkan ke dalam air minum di hari pertama sedangkan vaksin Gumboro B diberikan dua minggu setelahnya (juga dalam air minum). Untuk pakan, berikan 100 gram pakan per ekor anak ayam pada bulan pertama dan kedua, lalu naikkan menjadi 120 hingga 125 gram per ekor anak ayam di bulan ketiga.

Air dan suplemen ayam kampung

Selain pemberian pakan, vaksin dan perawatan kandang, pemberian air minum dan ramuan herbal ternak tradisional juga penting untuk menunjang kesehatan anak ayam kampung. Untuk air minumnya, anda harus selalu memberikan air matang untuk mencegah ayam terkena pilek. Anda bisa menambahkan ramuan herbal ternak tradisional andalan banyak pemilik usaha ternak ayam kampung ke dalam air minum setiap dua hari sekali; ramuan ini dibuat dari dua siung temulawak, dua siung temuireng dan kunyit secukupnya yang diparut lalu diperas. Jika anda tidak mau repot anda bisa membeli produk suplemen yang ada yaitu VITAMAX dan IMUNOMAX.

Semoga panduan umum di atas dapat membantu anda untuk memulai usaha ayam kampung dan menuai keuntungan darinya. Jangan lupa juga untuk meneliti tiap-tiap jenis ayam kampung seperti ayam Kedu, Nunukan atau Cemani dan pelajari tiap karakteristik serta ketersediaan bibitnya di area anda sebelum memutuskan mana jenis ayam yang akan dibeli.