Ayam kampung Unggul Asli Indonesia hasil seleksi

Jakarta (ANTARA News) – Daging ayam merupakan salah satu bahan konsumsi masyarakat yang cukup tinggi kebutuhannya. Ayam KUB merupakan kepanjangan Ayam Kampung Ungggul hasil seleksi Balai Penelitian Ternak.

Kriteria seleksi pada ayam ini mencakup penghilangan sifat mengeram dan seleksi produksi telur.

Pada tahun 1998 tim peneliti Balai Penelitian Ternak (Balitnak) telah melakukan seleksi ayam Kampung.   Seleksi pada mulanya dilakukan untuk menghilangkan sifat mengeram, namun kemudian dilanjutkan dengan melakukan seleksi dengan kriteria produksi telur tertinggi pada enam bulan pertama masa bertelur.

Sebanyak 50% dari populasi induk ayam yang berproduksi telur tertinggi dipilih untuk dijadikan induk pada generasi berikutnya.

Saat ini sudah tersedia ayam KUB generasi ke-6. Seleksi dilakukan hanya pada ayam betina, yang diamati produksi telur secara individu.

Ayam-ayam betina tersebut dikandangkan dalam kandang batere, dikawinkan secara inseminasi buatan oleh pejantan saudara seangkatannya.

Produksi telur ayam Kampung non-seleksi yang hanya mencapai rata-rata 29% ternyata dengan sistem seleksi ditingkatkan menjadi rata-rata 50% pada generasi ke-6 dengan sifat mengeram yang menurun menjadi 10%.

Hal ini menjadikan komoditas ayam lebih menguntungkan secara ekonomis.

Puncak produksi telur mencapai 84% pada umur ayam 31 minggu. Bobot telur pertama bertelur seberat 30 g/butir akan bertambah terus sampai 36 g/butir pada akhir bulan kedua berproduksi, sehingga sudah siap untuk dibuahi dan ditetaskan.

Pada tahun 2011, ayam KUB telah dilisensikan non-ekslusif ke PT AKI (Ayam Kampung Indonesia), sebuah perusahaan perbanyakan bibit ayam lokal yang cukup besar.

PT AKI kemudian mengembangkannya menjadi produk-produk parent stock ayam Kampung petelur unggul, final stock pedaging dan petelur.

Populasi ayam KUB di Balitnak Ciawi, Bogor setiap tahun tidak lebih dari 300 ekor induk dan 150 ekor jago. Perkawinan dilakukan dengan inseminasi buatan yang dilakukan setiap hari Senin dan Kamis dalam setiap minggu.

Telur-telur fertile diinkubasi dan ditetaskan di komplek laboratorium ayam di Balitnak. DOC yang menetas, kemudian di tampung dalam kandang-kandang kawat koloni menunggu pembeli yang sudah terdaftar antri mengambil anak-anak ayam mereka.

Penyediaan bibit ayam KUB dengan jumlah yang relatif banyak dilakukan oleh PT AKI. Nama komersial ayam KUB di PT AKI adalah AKI-1 untuk parent stock, TK-1 untuk final stock petelur dan DK-1 untuk final stockpedaging.

Bobot hidup ayam, konsumsi kumulatif ransum, dan efisiensi penggunaan ransum (FCR) per ekor meningkat dari minggu per minggu.

Bobot induk ayam KUB mencapai kisaran 1200 – 1400 g/ekor pada umur pertama bertelur yaitu 160-180 hari atau 5,5 – 6 bulan. Sementara itu ayam jago dewasa mempunyai bobot berkisar antara 1300 – 2000 g/ekor.

Daya tunas (fertilitas) mencapai tingkat 80 – 90% dengan perkawinan alam dan daya tetas mencapai 72%. Hal ini berarti bahwa ayam KUB masih mempunyai daya tetas sama seperti ayam kampung nenek moyangnya.

Seleksi terhadap sifat mengeram dan produksi telur sampai generasi keenam ini tidak mempengaruhi tingkat fertilitas.

Sesuai dengan perkembangan, pasar daging ayam kampung menempati permintaan lebih tinggi ketimbang produk telur. selanjutnya klik disini

Comments

comments

One thought on “Ayam kampung Unggul Asli Indonesia hasil seleksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>